Program Magang KKN di Thailand merupakan program mengajar di beberapa sekolah mitra yang berlokasi di Thailand. Koordinasi sekolah-sekolah mitra di Thailand dengan UIN Saizu berpusat di Bakong Pittaya School dengan coordinator, Usman Tatayong.
Inefisiensi waktu
Waktu menjadi salah satu permasalahan fundamental dalam implementasi program Magang KKN ini. Pergantian rencana pemberangkatan peserta karena adanya libur semester di negara tujuan seharusnya menjadi momen bagi kampus untuk merencanakan dengan matang skema waktu yang lebih efisien.
Buruknya koordinasi
Koordinasi yang buruk dari pihak-pihak mitra Thailand juga semakin memperparah situasi. Koordinator Pittaya School, Usman Tatayong mengonfirmasi penundaan pemberangkatan mahasiswa karena adanya kendala pihak mitra. Parahnya, mitra yang hengkang dari program ini tidak memberikan informasi lanjutan, sehingga memperumit permasalahan.
Plotting
Tantangan lainnya yang tidak bisa diselesaikan kampus adalah kesulitan dalam memenuhi permintaan dari pihak Bakong Pittaya School agar mengirim mahasiswa laki-laki. Adanya ketidaksesuaian dengan ketersediaan peserta yang dapat diberangkatkan jelas menghambat kelancaran program ini.
Transparansi
Peserta merasa kecewa akan ketidakjelasan informasi yang diberikan dari pihak kampus atas program yang diikuti. Ketidakjelasan informasi diawali pada H-2 rencana pemberangkatan dengan adanya pembagian kloter pemberangkatan secara tiba-tiba. Pemberangkatan telah sukses dilakukan oleh kloter pertama, berbeda dengan kloter kedua yang awalnya akan diberangkatkan pada bulan September, namun ternyata pihak kampus gagal memberangkatkan tanpa ada alasan yang jelas. Para peserta diinformasikan kembali akan berangkat pada bulan November yang lagi-lagi gagal berangkat tanpa adanya alasan yang jelas dan informasi terakhir akan diberangkatkan pada Januari 2025 yang nyatanya sampai saat ini belum ada kejelasan pemberangkatan dari pihak kampus.
Ketidakjelasan akan program ini berdampak pada kegiatan akademik peserta, hal ini dirasakan oleh peserta dari FTIK yang tidak bisa mengikuti PPL 1 karena tertundanya Magang-KKN di Thailand.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor 1, Suwito mengatakan, “Harusnya peserta bisa mengambil langkah cepat sebelum adanya kepastian dari program Thailand ini”.
Dari pernyataan tersebut menunjukan pihak kampus tidak memiliki Solusi atas program yang dibuat, pasalnya PPL 1 telah berlangsung dan pemberitahuan ini tidak disampaikan kepada peserta.
Rekomendasi
- Dalam penyelenggaraan program taraf internasional, kampus perlu mempersiapkan segala hal dengan matang agar tidak terjadinya kejadian serupa.
- Seyogianya pihak kampus memprioritaskan program yang sudah dibuat dan tidak menambah program-program lain yang dapat membuat program yang sudah dibuat tidak terurus.
- Selain itu, kampus perlu membuat kebijakan yang jelas berkaitan dengan koordinasi dari pihak terkait untuk kejelasan efisiensi jadwal akademik dan tempat di kedua pihak negara.
- Kampus diharapkan dapat melakukan transparansi terkait program-program yang dibuat. Agar tidak terjadinya miskomunikasi antara pihak kampus dan mahasiswa.
Pihak kampus seyogianya melakukan transparansi dan tindakan yang efisien untuk memprioritaskan program ini. Jika kampus begitu antusias mengumumkan program internasional, seharusnya mereka sudah siap dengan eksekusi yang profesional, bukan sekadar proyek pencitraan yang menjual mimpi global yang tidak bisa terwujud.
Penulis: Nafisah Az Zahra
Reporter: Adella
Post a Comment
Apa pendapat kamu mengenai artikel ini?